Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausyiah. Tampilkan semua postingan

Tiga amalan yang baik...

Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.

Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar.

1. Istiqomah. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah.

Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan dalam menghadapi tantangan hidup. Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta'ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30:

Tips menjadi Guru Tahfidz Al-Quran yang sukses...

Alangkah mulianya seorang pengajar Al Quran yang telah mencurahkan waktu & tenaganya utk mendidik generasi generasi harapan. Oleh karenanya Rasulullah SAW bersabda "Sebaik baik kalian yang mempelajari alquran dan mengajarkan nya".

Untuk menjadi Muhafidz atau pengajar Al Quran hendaknya memiliki kepribadian dan kemampuan yang baik demi kesuksesan pembalajaran Al Quran.
 
Apa sajakah itu ???  :

1. Ikhlas niat karena Allah semata.

Bantulah orang lain...

Bantulah orang lain yang membutuhkan, bisa jadi akan membantu dirimu sendiri.

Saat orang lain, dalam kesusahan coba ulurkan tanganmu bantulah orang lain bisa jadi juga membantu dirimu sendiri

PEPATAH LAMA mengatakan :
Orang yang membawa Lentera di jalan yang Gelap bukan hanya menerangi jalannya sendiri, tapi juga menerangi jalan orang lain sehingga tidak mencelakai dirinya.

Allah SWT berfirman, "Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,…". (QS. Al-Isra’ : 7)

Yang membawa kebahagiaan keluarga...

Amat banyak faktor yang membawa kebahagiaan dalam kehidupan keluarga. Sebagiannya berupa hal-hal fundamental, seperti keimanan, ketaqwaan, ketaatan, keberkahan, kesyukuran, ketulusan, dan hal-hal yang bercorak prinsip.

Hal itulah yang menjadi pondasi bagi lahirnya kebahagiaan dalam hidup secara umum, baik bagi diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Tanpa nilai-nilai tersebut, maka tidak akan tercipta kebahagiaan dalam kehidupan manusia.

Di samping hal yang bersifat prinsip tersebut, ada pula faktor pembentuk kebahagiaan yang bercorak fisik dan material, seperti harta benda, kekayaan dan berbagai fasilitas hidup. Namun sebanyak apapun materi berhasil dimiliki manusia, baru akan memberikan nilai tambah kebahagiaan apabila materi  tersebut berada pada pribadi yang salih.

Hati-hati bila bercanda...

Tanpa sadar ketika kita lalai menuntut ilmu Syar'i atau kita lalai berdzikir kepada Allah kita terkadang dengan mudah meng-copy dan men-share WA yang berisikan candaan meskipun isinya menyerupai konten agama (Al-Quran dan Al Hadist).

Contohnya yang beredar...

"Apabila seorang istri menyiapkan makan sahur dan berbuka dengan ikhlas untuk suaminya selama bulan puasa hingga terbit THR, maka semua pintu pintu mall akan terbuka untuk istri dan bebas memilih masuk dari pintu yang ia sukai (HR ibu-ibu)

Atau ...

Pahala Qiyamullail semalam suntuk...

Pemandangan paling memprihatinkan yang saya lihat di bulan Ramadhan ini adalah pemandangan orang yang beranjak pergi setelah rakaat kedelapan dalam shalat tarawih, sebelum witir.

Pemandangan yang benar-benar memprihatinkan. Rasanya saya ingin berdiri lalu memegangi tangan mereka satu per satu, seperti orang yang menyelamatkan seseorang yang nyaris jatuh ke dalam lubang.

Mereka keluar karena anggapan yang keliru. Jika mereka sudah shalat witir bersama imam, maka mereka tidak boleh shalat lagi di akhir malam di rumah setelah itu. Dengan anggapan yang keliru ini, mereka menghalangi diri mereka sendiri dari pahala yang sangat besar. Karena Nabi saw bersabda:

Keutamaan menjadi wanita...

Bagian dari tabiat manusia yang rakus dunia, mereka berharap anaknya bisa membantunya untuk mendapatkan harta dunia sebanyak-banyaknya. Karena itulah, umumnya menusia lebih mengharapkan kehadiran anak laki-laki dari pada anak perempuan. Disamping biaya nafkah lebih murah, anak laki-laki juga bisa membantu sang ayah mengais rizki.

Islam mengajak manusia menuju kebahagiaan akhirat, memberikan motivasi sebaliknya. Bahwa anak perempuan selayaknya dimuliakan. Sekalipun nampaknya di dunia tidak bisa membuat kaya orang tuanya, pendidikan yang diberikan orang tua kepada anak perempuan akan menjadi tabungan baginya kelak di hari kiamat.

Luar biasanya Al-Quran...

Membaca Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu. Secara hitungan matematika dunia, me...

ARTIKEL POPULER

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...